Pada Januari 2025, laporan terbaru mengungkapkan bahwa Oracle dan Microsoft sedang dalam pembicaraan untuk mengakuisisi TikTok di Amerika Serikat. Langkah ini muncul di tengah ketegangan politik yang melibatkan TikTok, yang berbasis di China. Menurut laporan NPR, ByteDance, pemilik TikTok, akan tetap mempertahankan saham minoritas di platform tersebut, sementara Oracle akan mengambil alih pengawasan terhadap algoritma dan data TikTok.
Pembicaraan ini juga dikabarkan melibatkan Gedung Putih, meskipun Presiden Donald Trump sebelumnya membantah bahwa ia bekerja langsung dengan Oracle. Selain Oracle, sejumlah pihak lain juga tertarik untuk mengambil alih TikTok, termasuk Elon Musk dan investor terkenal lainnya.
Dengan infrastruktur yang mendukung sebagian besar operasi TikTok, Oracle berperan penting dalam menjaga pengawasan terhadap platform ini, terutama terkait dengan pengumpulan data dan perangkat lunak. Meskipun Microsoft sebelumnya juga terlibat dalam upaya akuisisi TikTok pada tahun 2020, kehadiran mereka dalam pembicaraan ini masih belum jelas.
Perkembangan ini muncul setelah Presiden Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang memberi TikTok dan ByteDance tenggat waktu 75 hari untuk memutuskan hubungan dengan aplikasi tersebut atau menghadapi potensi larangan. Namun, keputusan mengenai siapa yang akan mengambil alih TikTok masih menunggu pengumuman lebih lanjut dari pemerintah Amerika Serikat.
Sumber:
Oracle and Microsoft are reportedly in talks to take over TikTok | The Verge
Trump discussing TikTok purchase with multiple people, decision in 30 days | Reuters

0 Komentar